Kudeta Militer Myanmar

9 Orang Tewas Ditembak Aparat Keamanan Myanmar, Total 320 Orang Meninggal Sejak 1 Februari 2021

"Apakah kita bersatu? Ya kita satu," teriak demonstran di Monywa. "Revolusi harus menang," terdengar pekikan demonstran.

Editor: Isvara Savitri
AFP
Lebih dari 300 orang tewas dalam kerusuhan anti kudeta di Myanmar, menurut kelompok pemantau lokal. 

TRIBUNMANADOWIKI, YANGON - Ribuan orang kembali mengadakan aksi protes terhadap kudeta militer yang menjatuhkan pemimpin sipil sah, Aung San Suu Kyi pada Kamis (25/3/2021).

Dilansir dari Reuters pada Jumat (26/3/2021), aksi protes tersebut diadakan di ibukota komersial Yangon dan kota-kota lainnya.

Dalam aksi tersebut aparat keamanan Myanmar kemballi menembak mati sembilan demonstran.

Hal ini dilakukan sebagai upaya membungkam suara penolakan atas kudeta militer yang telah terjadi pada 1 Februari 2021.

"Apakah kita bersatu? Ya kita satu," teriak demonstran di Monywa.

"Revolusi harus menang," terdengar pekikan demonstran.


Para pelayat melakukan penghormatan tiga jari kepada seorang pengunjuk rasa yang terbunuh. Foto diambil di Rumah Sakit Thingangyun di Yangon, Myanmar pada 15 Maret 2021. (STR/AFP)

Myanmar telah diguncang aksi protes hampir setiap hari sejak tentara menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021. Suu Kyi dan tokoh sipil lainnya ditahan.

Setidaknya 320 orang telah tewas dalam tindakan brutal militer per Kamis malam, menurut angka yang dihitung oleh kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Aksi protes terhadap miitasi dilanjutkan pada Kamis setelah aksi pada hari Rabu meninggalkan area yang biasanya ramai di pusat komersial seperti Yangon dan Monywa.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved