Kesehatan Mental

Mengenal Acrophobia, Mulai dari Gejalanya hingga Pengobatan

Kebanyakan penderita fobia ketinggian atau acrophobia adalah perempuan.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi fobia ketinggian atau acrophobia. 

TRIBUNMANADOWIKI - Pernah merasa takut berlebihan terhadap sesuatu? Hal tersebut biasa kita kenal sebagai fobia.

Fobia merupakan bagin dari gangguan kecemasan.

Penderitanya akan mengalami ketakutan yang intens dan tidak rasional terhadap objek atau keadaan tertentu.

Salah satu fobia yang banyak ditemui adalah fobia ketinggian atau bahasa ilmiahnya acrophobia.

Kebanyakan penderita acrophobia adalah perempuan.


ilustrasi ketinggian. (Freepik.com)

Umumnya gangguan ini dapat didiagnosis melalui anamnesis atau wawancara medis mendetail.

Dokter dapat menanyakan mengenai gejala yang dirasakan saat berada pada ketinggian, lama gejala tersebut muncul, kejadian traumatis di masa lalu berkaitan dengan ketinggian, dan sebagainya.

Gejala

Tanda-tanda yang dapat dikenali dari seseorang yang memiliki gangguan acrophobia antara lain adalah:

• Serangan panik saat berada pada ketinggian.

Rasa panik ini biasanya disertai dengan gejala bernafas cepat, ngos-ngosan, detak jantung yang tidak teratur, berkeringat, rasa mual, gemetar, pingsan atau merasa pusing, dan sebagainya.

Baca juga: Enam Tahun Berlalu Kematian Akseyna Ahad Dori Masih Menggantung, Pihak Kampus UI Tak Beri Dukungan

Baca juga: Delusi: dari Jenis, Gejala, hingga Pengobatannya

• Rasa takut yang kuat saat mendaki, menuruni, atau berada pada ketinggian.

• Rasa cemas yang muncul saat akan menuju tempat yang tinggi.

• Timbul reaksi mendadak saat berada pada ketinggian, misalnya berlutut, mencari sesuatu untuk dipegang, dan sebagainya.

• Menghindari ketinggian (seseorang bisa menolak bekerja di gedung tinggi, atau menolak bertemu teman yang tinggal di lantai apartemen tinggi, dan sebagainya).

• Pada beberapa kasus juga bisa muncul serangan vertigo.


Ilustrasi pemandangan ketinggian dari pesawat. (Freepik.com)

• Menyadari ketakutan tersebut tidak relevan.

Pengobatan

Beberapa jenis terapi dan obat-obatan dapat dipertimbangkan untuk mengatasi acrophobia, di antaranya:

• Desensitisasi

Terapi ini dianggap sebagai terapi yang efektif untuk menangani acrophobia.

Baca juga: Cara Membuat Semar Mendem, Kudapan Khas Yogyakarta

Baca juga: 9 Orang Tewas Ditembak Aparat Keamanan Myanmar, Total 320 Orang Meninggal Sejak 1 Februari 2021

Pemberi terapi akan memberikan paparan mengenai hal yang menakutkan bagi pasien, dan secara bertahap berusaha mengurangi rasa takut tersebut.

Misalnya, pada kasus acrophobia terapis dapat memberikan tugas menaiki tangga, secara bertahap tangga yang perlu dinaiki akan semakin tinggi dan rasa takut menaiki tangga berusaha dikurangi.

Melalui proses ini terapis berusaha memahami kenapa dan bagaimana pasien menjadi takut terhadap ketinggian.

Metode relaksasi dapat diajarkan kepada pasien untuk membantu mengatasi rasa takut tersebut.


Ilustrasi ketinggian dari jembatan. (Freepik.com)

• Cognitive behavioural therapy (CBT)

Melalui terapi ini seseorang dengan acrophobia akan diajarkan untuk memodifikasi perilaku ketakutan dengan perilaku yang positif.

Baca juga: 9 Orang Tewas Ditembak Aparat Keamanan Myanmar, Total 320 Orang Meninggal Sejak 1 Februari 2021

Baca juga: Naura Ayu, Penyanyi Cilik yang Menjalin Hubungan dengan Anak Iis Dahlia

• Obat-obatan

Dapat diresepkan obat anti-ansietas dan anti-depresan untuk membantu mengontrol gejala.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Acrophobia.

Artikel lainnya terkait Kesehatan Mental.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1648 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved