Terusan Suez

Terusan Suez, Jalur Paling Penting Bagi Perdagangan Dunia, Sempat Mengundang Kritik Saat DIbangun

Saat penyelesaian pembangunan Terusan Suez, total biaya mencapai dua kali lipat estimasi awal.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi Terusan Suez. 

TRIBUNMANADOWIKI - Laut Tengah dan Samudera Hindia dihubungkan dengan jalur air buatan yang bernama Terusan Suez atau Kanal Suez.

DIbangun mulai tahun 1859 di Mesir, Terusan Suez ditujukan untuk mempersingkat pengiriman atau pengangkutan karena kapal tidak perlu memutari Afrika yang memakan jarak dan waktu.

Terusan Suez kemudian dibuka pada tahun 1896 dan menjadi jalur yang sangat penting bagi perdagangan dunia.

Setiap jam diperkirakan ada barang senilai $400 juta yang melewati Terusan Suez.

Letak


Terusan Suez, antara Kantara dan El-Fedane. Kapal pertama melewati Kanal. Gambar abad ke-19. (Appleton’s Journal of Popular Literature, Science, and Art, 1869 / Commons.)

Terusan Suez membentang 120 mil dari Port Said di Laut Mediterania di Mesir selatan ke Kota Suez (terletak di pantai utara Teluk Suez).

Kanal memisahkan sebagian besar Mesir dari Semenanjung Sinai.

Butuh 10 tahun untuk membangun terusan ini, dan secara resmi dibuka pada 17 November 1869.

Terusan Suez dimiliki dan dioperasikan oleh Otoritas Terusan Suez dan terbuka bagi kapal-kapal semua negara, baik itu untuk tujuan perdagangan atau perang — meskipun itu tidak selalu terjadi.

Rencana Napoleon

Upaya modern pertama untuk membangun kanal terjadi pada akhir 1700-an ketika Napoleon Bonaparte melakukan ekspedisi ke Mesir.

Dia percaya bahwa membangun kanal yang dikontrol Perancis di Isthmus of Suez akan menyebabkan masalah perdagangan bagi Inggris.

Baca juga: PROFIL Thalita Latief, Gugat Cerai Sang Suami hingga Minta Hak Asuh Anak

Baca juga: Mengenal Acrophobia, Mulai dari Gejalanya hingga Pengobatan

Hal ini karena mereka harus membayar iuran ke Prancis atau terus mengirim barang melalui darat atau sekitar bagian selatan Afrika.

Studi untuk rencana kanal Napoleon dimulai pada tahun 1799, tetapi perhitungan yang salah dalam pengukuran menunjukkan bahwa permukaan laut antara Laut Tengah dan Laut Merah terlalu berbeda, memunculkan ketakutan akan adanya banjir Delta Nil.

Sejarah Konstruksi


Terusan Suez, yang membentang 101 mil dari Mediterania ke Laut Merah, secara resmi dibuka dalam upacara mewah pada 17 November 1869. (historyhit.com)

Meskipun Terusan Suez tidak secara resmi selesai hingga tahun 1869, ada sejarah panjang yang menarik dalam menghubungkan Sungai Nil di Mesir dan Laut Mediterania ke Laut Merah.

Firaun Senusret III dianggap sebagai yang pertama untuk menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah dengan menggali koneksi melalui cabang-cabang Sungai Nil pada abad ke-19 SM.

Berbagai firaun lain, bangsa Romawi. dan mungkin Omar yang Agung membangun lorong-lorong lain selama berabad-abad.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved