Kesehatan Mental

Menguak Persoalan Gangguan Kecemasan Sosial, Mulai dari Penyebab hingga Pengobatannya

Mempelajari faktor risiko bisa membantu penderita gangguan kecemasan sosial memahami penyebabnya.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi gangguan kecemasan sosial. 

TRIBUNMANADOWIKI - Kini penyakit mental menjadi masalah serius yang diperhatikan oleh banyak pihak.

Salah satunya adalah gangguan sosial'>kecemasan sosial atau fobia sosial.

Penderita gangguan sosial'>kecemasan sosial akan mengalami ketakutan situasi sosial yang melibatkan interaksi dengan orang lain.

Berdasarkan pengalaman, faktor genetik, dan kepribadian, ada sebagian orang yang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan sosial'>kecemasan sosial.

Perlu digaris bawahi bahwa ketika seseorang memiliki anggota keluarga atau kerabat yang mempunyai salah satu faktor risiko tersebut, bukan berarti mereka sudah apsti mengalaminya.


Ilustrasi cemas. (Freepik.com)

Hanya saja, mereka berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi gangguan sosial'>kecemasan sosial.

Jika mereka memang sedang mengidap gangguan sosial'>kecemasan sosial, mempelajari faktor-faktor risikonya bisa membantu mereka memahami penyebabnya.

Penyebab

Gangguan sosial'>kecemasan sosial dapat terjadi karena perpaduan sejumlah faktor, di antaranya:

Keturunan. Gangguan fobia sosial cenderung terjadi secara turun-temurun di dalam keluarga. Namun, tidak bisa dipastikan apakah hal ini disebabkan oleh faktor genetik atau lebih cenderung merupakan sikap yang dipelajari berdasarkan pengalaman orang lain.

Baca juga: Kue Satu Khas Betawi, Mulai dari Sejarah hingga Cara Membuatnya

Baca juga: Mengetahui Fetal Alcohol Syndrome, Bisa Sebabkan Kelainan Mental Pada Anak

Lingkungan. Gangguan sosial'>kecemasan sosial adalah sikap yang dapat dipelajari. Ini berarti, sikap ini dapat berkembang pada diri seseorang setelah melihat sikap cemas pada orang lain. Tidak hanya itu, mereka yang mengidap gangguan sosial'>kecemasan sosial umumnya dibesarkan oleh orangtua yang terlalu mengekang dan mengontrol anaknya.

Struktur Otak. Respons takut sangat dipengaruhi oleh struktur dalam otak yang bernama amygdala. Saat amygdala terlalu aktif karena kecemasan menghadapi situasi sosial, maka respons pada rasa takut akan bertambah besar.

Gejala

Gangguan sosial'>kecemasan sosial sebetulnya tidak hanya tentang rasa malu saat berinteraksi dengan orang lain.

Perasaan fobia sosial adalah ketakutan intens yang tidak hilang dan memengaruhi aktivitas sehari-hari pengidapnya serta memengaruhi kepercayaan diri, hubungan dengan orang lain, kehidupan sekolah, dan pekerjaan.


Ilustrasi seorang perempuan sedih. (Freepik.com)

Gejala fobia sosial yang bisa dikenali, seperti:

- Takut melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bertemu orang asing, memulai percakapan, berbicara di telepon, bekerja, ataupun berbelanja.

- Menghindari atau khawatir berlebihan tentang kegiatan sosial, seperti percakapan kelompok, makan bersama-sama, dan pesta.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved