Kesehatan

Gangguan Immunodefisiensi Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mengobatinya

Jika gangguan ini dibiarkan, maka daya tahan tubuh akan menurun dan mudah terinfeksi.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi sakit. 

TRIBUNMANADOTRAVEL - Pernah dengar soal gangguan immunodefisiensi?

Gangguan immunodefisiensi merupakan penyakit yang membuat tubuh tidak bisa melindungi diri dari bakteri, virus, dan parasit.

Jika memiliki riwayat anggota keluarga dengan gangguan defisiensi imun primer, besar kemungkinan meningkatnya faktor risiko seseorang mengalami kondisi tersebut.

Jika mengalami kondisi tersebut, sebaiknya memang mencari konseling genetik.

Hal ini akan sangat berguna ketika hendak berkeluarga.

Penyebab


Ilustrasi sakit. (Freepik.com)

Sistem imun bertugas melindungi tubuh dari zat berbahaya antigen.

Contoh dari antigen ini anatara lain bakteri, virus, racun, sel kanker dan darah, atau jaringan asing dari orang atau spesies lain.

Saat sistem imun mendeteksi antigen, sistem akan merespons dengan menghasilkan protein yang disebut antibodi yang menghancurkan zat berbahaya.

Respons sistem imun juga melibatkan proses fagositosis.

Selama proses ini, sel-sel darah putih tertentu dapat menghancurkan bakteri dan zat asing lainnya.

Protein komplemen pun turut membantu proses ini.

Gangguan imunodefisiensi dapat mempengaruhi bagian sistem imun.

Sering kali, kondisi ini terjadi saat sel darah putih khusus atau limfosit T atau B (atau keduanya) tidak berfungsi dengan normal atau tubuh seseorang tidak menghasilkan cukup antibodi.

Gangguan immunodefisiensi turunan yang menyerang sel T biasanya menyebabkan infeksi Candida (jamur) berulang.

Imunodefisiensi turunan yang dikombinasikan menyerang sel T dan sel B, sehingga bisa mematikan dalam tahun pertama jika tidak dilakukan perawatan secara dini.

Baca juga: Dipercaya Mampu Lancarkan Peredaran Darah, Apa Sebenarnya Batu Tourmaline?

Baca juga: Sosok Moeldoko, Pekerja Keras Sejak Kecil hingga Berhasil Menjadi Panglima TNI

Orang disebut imunosupresi apabila mereka memiliki gangguan imunodefisiensi akibat obat yang melemahkan sistem imun (seperti kortikosteroid).

Kondisi ini juga merupakan efek samping dari kemoterapi untuk mengatasi kanker.

Immunodefisiensi yang diperoleh mungkin merupakan komplikasi dari beberapa penyakit seperti HIV/AIDS dan malnutrisi (terutama jika orang tersebut tidak mendapatkan protein yang cukup).

Banyak kanker juga dapat menyebabkan immunodefisiensi.

Orang yang pernah melakukan pengangkatan limpa memiliki immunodefisiensi dan berisiko lebih tinggi untuk infeksi oleh bakteri tertentu, yang seharusnya limpa membantu melawan.

Orang yang mengidap diabetes juga berisiko lebih tinggi untuk infeksi tertentu.

Dengan bertambahnya usia, sistem imun menjadi semakin kurang efektif. Jaringan sistem imun (terutama jaringan limfoid, seperti timus) menyusut dan jumlah serta aktivitas sel darah putih menurun.

Gejala


Ilustrasi daya tahan tubuh lemah. (Freepik.com)

Gejala-gejala umum dari gangguan imunodefisiensi, meliputi:

- Mata merah.

- Infeksi sinus.

- Pilek.

- Diare.

- Pneumonia.

- Infeksi jamur.

Baca juga: Burung Murai yang Terancam Punah, Miliki Populasi Kurang dari 250

Baca juga: Bisa Sebabkan Koma, Apa Sebenarnya Gangguan Elektrolit?

Apabila masalah ini tidak merespons terhadap perawatan atau pengidap tidak sembuh total seiringnya waktu, dokter dapat melakukan tes untuk gangguan imunodefisiensi.

Pengobatan


Ilustrasi sakit flu. (Freepik.com)

Perawatan gangguan immunodefisiensi bisa berbeda pada setiap orang, tergantung pada kondisi tertentu.

Contohnya, AIDS menyebabkan beberapa infeksi berbeda. Dokter akan memberikan obat untuk setiap infeksi.

Seseorang juga dapat diberikan antiretroviral untuk mengatasi infeksi HIV jika memungkinkan.

Perawatan untuk gangguan penyakit ini biasanya meliputi antibiotik dan terapi imunoglobulin.

Obat antiviral lain, yang bisa diberikan seperti amantadine dan acyclovir, atau obat yang disebut interferon digunakan untuk perawatan infeksi viral akibat gangguan immunodefisiensi.

Baca juga: Era Setyowati alias Sierra, Seorang Model yang Mengaku Miliki Anak dari Petinggi BUMN

Baca juga: Khasiat Tanaman Kelor, Mulai dari Menurunkan Gula Darah hingga Atasi Malnutrisi

Jika sumsum tulang seseorang tidak menghasilkan cukup limfosit, dokter dapat melakukan transplantasi sumsum tulang (stem cell).

Jika gangguan immunodefisiensi dibiarkan, dapat menyebabkan daya tubuh mudah terinfeksi dan bahkan bisa berujung pada kematian.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Gangguan Immunodefisiensi.

Berita lainnya terkait Kesehatan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved