Kesehatan Mental

Gangguan Kepribadian Paranoid: dari Penyebab hingga Pencegahannya

Pengalaman masa kecil juga berperan membentuk penyakit kepribadian paranoid, seperti didikan orang tua yang menggunakan ancaman.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi gangguan kepribadian paranoid. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Gangguan kepribadian paranoid merupakan salah satu gangguan mental yang eksentrik.

Penderitanya akan terus merasa curiga dan tidak percaya terhadap orang lain secara konstan.

Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan dari faktor genetik.

Misal, ketika ada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan skizofrenia akan berisiko tinggi mengidap penyakit sejenis.

Pengalaman masa kecil juga berperan membentuk penyakit kepribadian paranoid, seperti didikan orang tua yang menggunakan ancaman.


Ilustrasi pranoid. (Freepik.com)

Perilaku orangtua dengan kesehariannya yang kasar, berantakan, dan merendahkan diri anak-anaknya, juga berperan dalam memengaruhi pembentukan karakteristik gangguan kepribadian ini pada anak di masa mendatang.

Gejala

Gejala yang umum dari gangguan kepribadian paranoid, meliputi:

  • Kekhawatiran bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi;
  • Ekspektasi bahwa mereka akan dieksploitasi (digunakan) oleh orang lain;
  • Meragukan komitmen, kesetiaan, atau kepercayaan orang lain, yakin bahwa orang lain menggunakan atau menipu mereka;
  • Enggan untuk bercerita pada orang lain atau mengungkapkan informasi pribadi dikarenakan oleh rasa takut bahwa informasi tersebut akan digunakan untuk melawan mereka;
  • Tidak dapat memaafkan dan menyimpan dendam;
  • Hipersensitif dan menerima kritikan dengan dampak negatif;
  • Tidak mampu untuk bekerja dengan orang lain;
  • Membaca makna tersembunyi dari pernyataan sederhana atau pandangan biasa dari orang lain;
  • Menangkap adanya serangan pada karakter mereka yang tidak tampak bagi orang lain. Mereka umumnya bereaksi dengan kemarahan dan cepat untuk membalas;
  • Memiliki kecurigaan yang berulang dan tanpa alasan bahwa pasangan atau kekasih mereka tidak setia;
  • Terisolasi secara sosial;
  • Umumnya, bersikap dingin dan jauh dalam hubungan dengan orang lain dan mungkin menjadi tukang atur dan pencemburu;
  • Tidak merasakan kelekatan; dan
  • Tidak bersahabat, keras kepala, dan argumentatif.

Baca juga: Air Terjun Sri Gethuk, Ada Mitos Suara Gamelan hingga Sediakan Berbagai Macam Atraksi Wisata

Baca juga: Gangguan Makan Anorexia Nervosa, Penderita Yakin Tubuh Kurus Lebih Baik

Pengobatan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved