Kesehatan

Herpes Zoster, Penyakit Kulit yang Timbulkan Rasa Nyeri hingga Demam

Herpes zoster menimbulkan rasa nyeri terbakar, kaku, dan kesemutan. Rasanya akan semakin parah jika tersentuh.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi herpes zoster. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Herpes zoster atau cacar ular merupakan salah satu penyakit kulit.

Penyakit ini ditandai dengan adanya bintik berisi air pada bagian tertentu dan terasa nyeri.

Penyebab penyakit ini merupakan virus varicella zoster.

Meskipun tidak berbahaya, penyakit ini menimbulkan nyeri pada kulit penderitanya.

Berikut informasi lebih lanjut soal herpes zoster.

Gejala


Ilustrasi herpes zoster. (Freepik.com)

Gejala utama herpes zoster adalah timbulnya bintil berisi air pada kulit dengan ciri-ciri sebagai berikut.

- Bintil yang muncul seperti cacar air di salah satu sisi tubuh (kanan atau kiri).

- Bintil tidak menyebar.

- Jaringan sekitar bintil menjadi bengkak.

- Bintil akan berkembang menjadi luka lepuh.

- Luka lepuh akan pecah dan menjadi luka berkerak, dan akan menghilang secara perlahan.

- Bintil yang timbul di area mata dapat mengganggu penglihatan.

Bintil herpes pada kulit akan terasa nyeri seperti terbakar, kaku dan kesemutan dan akan semakin parah jika tersentuh.

Selain bintil dan nyeri, gejala lainnya adalah

- demam,

- dakit kepala,

- lemas, dan

- silau terhadap cahaya.

Baca juga: PROFIL Bobby Joseph, Usai Menjadi Aktor Pernah Menjadi Driver Ojek Online

Baca juga: Mengenal Meningitis, Penyakit Selaput Otak yang Bisa Sebabkan Kematian

Penyebab


Ilustrasi hesper zoster di bibir. (Freepik.com)

Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella zoster, yakni virus yang juga menyebabkan cacar air.

Penderita herpes zoster adalah mereka yang sebelumnya pernah mengalami cacar air.

Beberapa kondisi berikut diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya herpes zoster.

- Berusia di atas 50 tahun. Diketahui bahwa risiko mengalami herpes zoster akan semakin besar seiring pertambahan usia.

- Memiliki kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita AIDS, pascaoperasi transplantasi organ, menderita kanker, atau mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu lama.

Pengobatan

Selain obat antivirus, dokter kulit juga akan memberikan obat pereda nyeri, mulai dari paracetamol, ibuprofen, tramadol, atau oxycodone.

Lakukan juga beberapa upaya mandiri untuk mengurangi gejala herpes zoster, yaitu

- mengenakan pakaian longgar dan berbahan lembut, seperti katun, untuk mencegah gesekan dan iritasi pada kulit;

- menutup bintil agar tetap bersih dan kering;

- mandi dengan air dingin atau menempelkan kompres dingin pada bintil. Cara ini bisa dilakukan untuk meredakan rasa nyeri dan gatal.

Baca juga: SOSOK Opick, Penyanyi Religius yang Sudah Mandiri Sejak Kecil, Pernah Ngekos Waktu SD

Baca juga: SOSOK Pangeran Philip yang Meninggal di Usia 99 Tahun, Putra Pangeran Yunani

Komplikasi


Herpes. (Freepik.com)

Jika tidak diobati, herpes zoster dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, yang meliputi:

- Postherpetic neuralgia: Rasa nyeri yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah bintil sembuh. Komplikasi ini banyak dialami oleh penderita yang berusia di atas 60 tahun.

- Kebutaan: Jika muncul di sekitar mata, herpes zoster dapat mengakibatkan peradangan pada saraf mata dan berkembang menjadi kebutaan.

- Otot yang melemah: Peradangan pada saraf otot dapat menurunkan kekuatan otot tersebut. Infeksi bakteri. Kondisi ini dapat terjadi jika bakteri masuk ke luka lepuh yang sudah pecah.

Pencegahan

Cara untuk mengurangi risiko timbulnya herpes zoster adalah pemberian vaksinasi.

Vaksinasi disarankan bagi orang yang berusia di atas 50 tahun.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan agar Anda tidak menularkan virus ini kepada orang lain:

- Menutup luka lepuh agar cairan pada lepuh tidak mengontaminasi benda-benda yang dapat menjadi perantara penularan.

Baca juga: Gangguan Makan Anorexia Nervosa, Penderita Yakin Tubuh Kurus Lebih Baik

Baca juga: Mengenal Fajar Umbara, Suami Yuyun Sukawati yang Dilaporkan Karena Diduga Lakukan KDRT

- Tidak menggaruk luka lepuh.

- Menghindari kontak langsung dengan wanita hamil yang belum pernah mengalami cacar air, bayi dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

- Sering mencuci tangan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Herpes Zoster (Cacar Ular).

Berita lainnya terkait Kesehatan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved