Kue Jahe

Sejarah Kue Jahe, Bermula dari Jamuan Kerajaan hingga Menjadi Kudapan Perayaan Natal

Tradisi kue jahe ini berasal dari Jerman, Prancis, Belanda, dan Inggris.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi kue jahe. 

TRIBUNMANADOWIKI - Kita pasti sudah tidak asing dengan kue jahe.

Di berbagai negara, kue jahe merupakan kudapan yang disajikan saat perayaan Natal.

Bentuk kue jahe ini biasanya seperti manusia, ada kepala, tangan, dan kaki yang dihiasi dengan krim berwarna.

Sebenarnya kue jahe merujuk pada kategroi besar kue panggang.

Kue ini biasanya dibumbui dengan jahe, cengkih, kacang tanah atau kayu manis dan diberi pemanis madu, gula, atau molase.


Ilustrasi kue jahe. (Freepik.com)

Makanan roti jahe memiliki ragam, dari lembut, kue lembek sampai terkadang menyamai biskuit jahe.

Sejarah

Menurut keterangan Carole Levin, Kepala Program Studi Abad Pertengahan di University of Nebraska-Lincoln, sejarah kue berbentuk manusia ini berawal dari masa pemerintahan Ratu Elizabeth I yang dikenal dengan menu makan malam yang rumit.

Misalnya, ada marzipan yang berbentuk seperti buah, istana dan burung.

Pada masa ini, sang Ratu juga memiliki pembuat kue jahe yang sangat andal.

Ia pernah meminta untuk dibuatkan kue jahe dengan bentuk manusia.

“Di setiap perjamuan, Ratu selalu menghidangkan kue jahe bentuk manusia ini untuk disajikan pada para pejabat asing dan orang-orang di kerajaannya,” ujar Carole.

Baca juga: Mengenal Treasure Bay Bintan, Kolam Renang Air Asin Terbesar di Asia Tenggara

Baca juga: Kue Kembang Goyang, Kue Berbentuk Bunga yang Dibuat dengan Menggoyang Cetakan

Namun, ternyata bukan cuma Ratu yang mengonsumsi kue jahe.

Pada masa itu, “gingerbread men”, juga digunakan oleh praktisi obat – yang kadang disebut penyihir atau ahli sulap – sebagai ‘token cinta’ untuk para perempuan muda.

“Jika perempuan-perempuan itu berhasil membuat pria idamannya makan kue jahe berbentuk laki-laki itu, maka pria tersebut dipercaya akan jatuh cinta juga kepadanya,” kata Carole.

Lalu, bagaimana akhirnya kue jahe berbentuk pria ini jadi hidangan Natal?

“Kepopulerannya berasal dari keyakinan bahwa rasa jahenya bisa menghangatkan tubuh kita selama musim dingin,” kata Michael Krondl, pengarang buku Sweet Invention: A History of Dessert.


Ilustrasi kue jahe. (Freepik.com)

Awalnya, kue ini malah bukan berasal dari jahe, melainkan seperti kue madu.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved