Kesehatan

Gangguan Memori, Penyakit yang Bisa Sebabkan Demensia hingga Alzheimer

Gangguan memori bisa menyebabkan beberapa penyakit serius soal ingatan seperti demensia dan alzheimer.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi gangguan memori. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Pernah mengalami kesulitan seperti menyimpan, mengendalikan, atau mengingat kembali sebuah memori?

Kalau pernah, bisa jadi Kamu sedang mengalami gangguan memori.

Gangguan memori bahkan bisa menjadi lebih buruk, misalnya menyebabkan penyakit Alzheimer.

Ternyata banyak lho, faktor resiko yang bisa menyebabkan gangguan memori.

Apa saja faktor resiko tersebut?


Ilustrasi lansia berusaha mengingat. (Freepik.com)

- Trauma otak (misalnya, operasi, dan cedera kepala).

- Stroke.

- Penggunaan alkohol yang berlebihan.

- Faktor risiko untuk gangguan kognitif ringan, ini termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

- Orang dengan tingkat pendidikan, olahraga fisik dan mental, dan sosialisasi yang rendah.

- Orang dengan mutasi gen APOE juga memiliki risiko tinggi untuk terkena gangguan terkait memori.

Baca juga: Sejarah Kue Jahe, Bermula dari Jamuan Kerajaan hingga Menjadi Kudapan Perayaan Natal

Baca juga: Mengenal Treasure Bay Bintan, Kolam Renang Air Asin Terbesar di Asia Tenggara

Penyebab


Ilustrasi ingatan. (Freepik.com)

Gangguan memori yang dialami seseorang bisa berkaitan dengan gangguan pada otak yang disebabkan karena:

- Demensia, umum terjadi pada usia tua (>40 tahun) merupakan sebuah gangguan penurunan fungsi otak, seperti daya ingat, kemampuan berpikir, memahami sesuatu, dan lain-lain.

- Alzheimer, umum terjadi pada mereka yang berusia lanjut dan merupakan sebuah gangguan otak yang ditandai dengan penurunan fungsi otak.

- Gangguan memori.

- Anemia berat.

- Efek samping obat.

- Stres akibat informasi berlebihan pada otak.

Gejala

Gejala yang umum dari gangguan memori:

- Konfabulasi (misalnya, memori ciptaan atau memori asli teringat secara berurutan).

- Linglung.

- Depresi.

- Kesulitan mengatasi tugas sehari-hari, seperti mengerjakan neraca buku tabungan, memenuhi janji pertemuan, ataupun menyiapkan makanan.

- Melupakan orang, fakta, dan kejadian yang sebelumnya diketahui dengan baik.

- Tersesat atau salah menaruh barang.

- Semakin kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau melakukan pendekatan tahap demi tahap untuk tugas familiar.

Baca juga: Kue Kembang Goyang, Kue Berbentuk Bunga yang Dibuat dengan Menggoyang Cetakan

Baca juga: Mengenal Fibroadenoma Mammae, Tumor Jinak yang Biasa Terjadi pada Perempuan Muda

- Lekas marah.

- Masalah bahasa, seperti mencampur kata-kata atau kesulitan mengingat kata.

- Gangguan neurologis (misalnya, tremor atau gerakan tidak terkoordinasi).

- Performa buruk dalam tes memori.

- Mengulangi cerita dan/atau pertanyaan yang sama.

Pengobatan


Ilustrasi berpikir. (Freepik.com)

Gangguan terkait memori atau ingatan dapat ditangani dengan beberapa cara atau pendekatan yang dilakukan oleh psikiater dan psikolog klinis.

Ada tiga pendekatan, yaitu:

Pendekatan behavioral. Melalui strategi modifikasi perilaku untuk melihat kebiasaan yang tidak sesuai dan menggantinya dengan yang sesuai.

Selain itu, pendekatan ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan cara efektif untuk menggunakan ingatan.

Pendekatan psikodinamika. Dalam pendekatan ini, terapis memakai asosiasi bebas.

Pengidap akan diminta untuk bercerita mengenai hal apapun yang segera muncul di pikiran tanpa berpikir lebih jauh dan merasa bersalah, sehingga dapat membuka ingatan yang terpendam atau tertekan dalam pikirannya.

Baca juga: Masih Ingat Cornelia Agatha? Perempuan Jawa-Manado-Belanda yang Bintangi Si Doel Anak Sekolahan

Baca juga: SINOPSIS Film Uang Panai, Angkat Isu Pernikahan Lokal Sulawesi Selatan

Pendekatan dengan teknik hypnosis. Teknik ini dilakukan untuk mengungkap ingatan yang tertekan atau terpendam.

Teknik ini digunakan karena tidak semua orang dapat dan mau menceritakan pengalaman yang tersimpan dengan rapat dalam keadaan sadar.

Selain itu, teknik yang mirip dengan hipnosis adalah narcoanalysis.

Teknik tersebut bertujuan untuk menemukan ingatan dan menyelidiki ingatan yang ditekan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Gangguan Memori.

Berita lainnya tentang Kesehatan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved