Kesehatan Mental

Mengenal Sifat Altruisme, Suka Membantu Orang Tanpa Pamrih, Cenderung Tak Perhatikan Diri Sendiri

Jik Anda suka membantu orang lain tanpa mempertimbangkan diri Anda, mungkin Anda merupakan seorang altruis.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi dua orang mengumpulkan donasi. 

Altruisme jenis ini dilakukan karena adanya hubungan kekeluargaan antara altruis dan penerima.

Misalnya, seorang kakak melakukan pengorbanan untuk memenuhi kebutuhan adiknya, atau orang tua bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita anaknya.

3. Altruisme timbal balik

Walau altruisme seharusnya dilakukan tanpa rasa pamrih, ada juga jenis altruisme yang didasarkan pada hubungan timbal balik, yakni memberi dan menerima.

Artinya, seseorang berbuat kebaikan kepada orang lain karena ia tahu bahwa suatu hari orang tersebut bisa membalas kebaikannya.

Misalnya, Anda membantu seseorang saat ini karena Anda tahu bila Anda menghadapi kesulitan di masa depan, orang ini juga tidak akan ragu untuk menolong Anda.

Baca juga: Miliki 22 Spot Instagramable, Seperti Apa Nuansa Svargabumi Borobudur di Magelang?

Baca juga: Gangguan Memori, Penyakit yang Bisa Sebabkan Demensia hingga Alzheimer

Manfaat Altruisme


Ilustrasi sekelompok sukarelawan. (Freepik.com)

Altruisme dapat meningkatkan kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Misalnya, para sukarelawan biasanya memiliki tubuh yang bugar dan sehat, karena ia terbiasa melakukan aktivitas fisik yang berhubungan dengan kegiatan sukarelanya.

Selain itu, penelitian juga membuktikan bahwa umumnya manusia mengalami peningkatan kebahagiaan dan rasa syukur setelah melakukan kebaikan bagi orang lain.

Menolong orang lain juga dikaitkan dengan penurunan tingkat stres.

Dengan kesehatan fisik dan mental yang terjaga, altruisme pada akhirnya juga dikaitkan dengan angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Namun, perlu diingat juga bahwa altruisme yang dilakukan secara berlebihan bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan diri sendiri.

Sebagai contoh, Anda memberikan jatah makan siang kepada orang lain yang menurut Anda lebih membutuhkan, padahal Anda sendiri juga belum makan siang.

Baca juga: Sejarah Kue Jahe, Bermula dari Jamuan Kerajaan hingga Menjadi Kudapan Perayaan Natal

Baca juga: Mengenal Treasure Bay Bintan, Kolam Renang Air Asin Terbesar di Asia Tenggara

Alih-alih membawa manfaat, hal ini justru bisa mengakibatkan diri sendiri menjadi kelaparan hingga berisiko jatuh sakit.

Membantu orang lain memang merupakan tindakan yang terpuji, tetapi jangan sampai Anda mengabaikan kebutuhan diri Anda sendiri.

Ingatlah untuk peduli terhadap diri sendiri terlebih dahulu, baru kepada orang lain.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Altruisme.

Berita lainnya terkait Kesehatan Mental.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1711 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved