Kesehatan

Matcha, Salah Satu Teh Jepang yang Memiliki Banyak Khasiat, Salah Satunya Menurunkan Berat Badan

Matcha merupakan salah satu teh berkualitas tinggi dari Jepang, lho! Apa saja manfaatnya?

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi matcha, salah satu teh berkualitas tinggi di Jepang. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Bagi para penggemar teh, mungkin nama matcha tidak terdengar asing.

Matcha adalah teh hijau bubuk dari Jepang yang dibuat dengan teh tertentu dan diolah dengan metode khusus.

Ada dua cara menanam teh yang dikenal di Jepang.

Pertama, teh ditanam secara terbuka atau terkena sinar matahari lasngsung dan teh yang ditanam secara tertutup.

Cara kedua, yaitu menanam teh secara tertutup ini diyakini menghasilkan teh-teh berkualitas tinggi.


Ilustrasi matcha. (Freepik.com)

Teh yang ditanam secara tertutup hanya mendapatkan sinar matahari sekitar 10-30 persen.

Hasilnya adalah daun teh dengan rasa dan aroma yang lebih unik juga warna lebih cantik, yakni hijau daun jadi lebih terang.

Teh yang ditanam secara tertutup antara lain tencha dan gyokuro.

Tencha kemudian ditumbuk hingga menjadi bubuk atau disebut matcha.

Daun teh hijau dipetik biasanya dipetik pada awal musim semi yaitu pada awal April sampai awal Mei.

Proses pengolahan tencha dan gyokuro tak jauh berbeda.

Pada gyokuro, daun teh dipilin hingga berbentuk jarum, sementara tencha tidak melewati proses daun yang dipilin.

Kemudian, daun teh hijau dikeringkan dengan proses penguapan pada suhu tertentu.

Pada proses tencha menjadi matcha, tulang daun teh hijau dihilangkan.

Daun teh kemudian disimpan dalam guci pada suhu dan kelembaban tertentu.

Baca juga: Kue Putri Salju, Kue yang Hadir Saat Hari Raya, Simak Cara Membuatnya

Baca juga: Mengenal Sifat Altruisme, Suka Membantu Orang Tanpa Pamrih, Cenderung Tak Perhatikan Diri Sendiri

Lalu daun teh digiling secara perlahan dengan batu giling hingga menjadi bubuk halus.

Matcha dan teh hijau berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis asal Tiongkok.

Namun bedanya, matcha terbuat dari daun teh hijau kering yang sudah ditumbuk halus sebelum disajikan sebagai teh hangat.

Karena semua bagian teh hijau ditumbuk menjadi satu, maka matcha memberikan manfaat yang lebih banyak daripada teh hijau.

Biasanya matcha yang dibuat dari daun teh yang dipanen awal musim semi menghasilkan matcha berkualitas.

Tentu harganya pun jadi lebih mahal dibanding matcha hasil daun teh yang dipanen bukan pada musim semi.

Rasa matcha cenderung polos dan tidak pahit.

Rasanya yang polos ini pun cocok dikreasikan ke berbagai hidangan makanan seperti kue hingga olahan minuman.

Dalam buku “The Tea Industry” (2000), penulisnya Nick Hall menyebutkan matcha yang sebelumnya digunakan dalam upacara minum teh, kini hadir dalam berbagai produk.

Matcha diaplikasikan mulai dari es krim, kue, bahkan mi soba.


Matcha. (Freepik.com)

Hall juga menyebutkan bahwa konsumsi satu cangkir seduhan matcha dipandang sama dengan meminum 10 cangkir seduhan daun teh hijau.

Matcha kaya zat katekin yang baik untuk kesehatan.

Dengan semakin meningkatnya peran teh hijau untuk kesehatan, matcha memiliki potensi penjualan yang cukup besar.

Sejarah

Matcha erat kaitannya dengan tradisi upacara minum teh di Jepang

Mulanya teh diperkenalkan ke Jepang dari China pada masa Dinasti Tang yaitu sekitar 600-900 masehi.

Bentuknya powder (bubuk), tetapi tidak sama seperti matcha.

Baca juga: Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun, Siapa Sebenarnya Helen Elziabeth McCrory?

Baca juga: Mengenal Barotrauma, Terjadi Akibat Perubahan Tekanan Udara Secara Cepat

Kemudian saat Dinasti Song, teh yang digunakan masih dalam bentuk bubuk dan cara penyajiannya dengan mengocok bubuk teh di cawan.

Jepang masih mempertahankan cara penyajian teh tersebut dalam sebuah tradisi upacara minum teh.

Upacara minum teh ala Jepang atau chanoyu populer di tahun 1400-an masehi.

Teh yang digunakan adalah matcha yang terkenal berkualitas tinggi.

Kandungan Gizi

Teh matcha punya rasa manis dan pahit yang dominan.

Aroma matcha juga lebih kuat dibandingkan dengan teh hijau.


Matcha dari Jepang. (Freepik.com)

Bahkan, kandungan gizinya juga disebut-sebut lebih banyak ketimbang jenis teh lainnya, seperti dilansir dari Verywell.

Satu sendok teh matcha mengandung 3 gram kalori, 27 miligram kalium, 6 persen vitamin A, dan 3 persen vitamin C.

Karena kalorinya cenderung sangat sedikit, maka Anda bisa memanfaatkan matcha untuk membantu menurunkan berat badan Anda.

Dalam takaran yang sama, matcha mengandung 15 kali lebih banyak antioksidan daripada buah delima dan blueberry.

Bahkan, jumlah antioksidannya mencapai 60 kali lebih banyak bila dibandingkan pada sayur bayam.

Baca juga: Miliki 22 Spot Instagramable, Seperti Apa Nuansa Svargabumi Borobudur di Magelang?

Baca juga: Gangguan Memori, Penyakit yang Bisa Sebabkan Demensia hingga Alzheimer

Kandungan antioksidan yang khas pada matcha disebut sebagai katekin.

Zat ini sangat bermanfaat untuk melindungi tubuh terhadap penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan jenis kanker tertentu.

Selain itu, katekin pada matcha juga dapat mencegah peradangan dalam tubuh, membentuk arteri yang sehat, dan membantu memperbaiki sel tubuh yang rusak.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Matcha.

Berita lainnya terkait Kesehatan.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1713 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved