Kehamilan Ektopik, Kehamilan yang Berada di Luar Rahim, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Simak informasi lengkap soal kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi hamil. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Beberapa perempuan mungkin pernah merasakan hamil di luar rahim.

Kehamilan di luar kandungan tersebut merupakan pembuahan ovum yang terjadi di tempat yang tidak semestinya.

Hal tersebut disebut dengan ektopik.

Ektopik berasal dari bahasa Inggris ectopic, dengan akar kata bahasa Yunani, topos yang artinya tempat.

Kondisi ini biasanya terjadi di salah satu saluran tuba yang membawa telur dari ovarium ke rahim.

Kasus


Ilustrasi hamil. (Freepik.com)

Dalam kasus yang jarang terjadi seperti ini, dokter terpaksa menggunakan obat-obatan atau pembedahan untuk mengangkat sel telur.

Penanaman sel telur akan diletakan pada dinding perut atau sel telur dibuahi di luar tuba falopi di permukaan ovarium.

Kemungkinan kehamilan ini akan mati pada tahap apa pun, tetapi dalam kasus yang sangat jarang mereka dapat melanjutkan ke jangka penuh hingga terlahir sehat.

Kehamilan di luar kandungan ini, janin tidak dapat berkembang seperti layaknya janin yang berada di dalam rahim, sehingga kehamilan ini tidak dapat dipertahankan.

Komplikasi yang dapat terjadi, akar plasenta menempel lapisan saluran telur tersebut, lalu menimbulkan perdarahan-perdarahan kecil kemudian terlepas spontan.

Selanjutnya sisa-sisa jaringan keluar secara spontan yang sering disebut "abortus tuba" (tubal abortion).

Akar plasenta menembus lapisan saluran telur tersebut, dan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dengan akibat yang ditimbulkan adalah pendarahan hebat yang dapat menimbulkan kematian.

Baca juga: Kandungan Gizi Hazelnut, Kacang Manis Kesukaan Banyak Orang

Baca juga: Gagal Menjadi Sirkuit MotoGP 2021, Apa Sebenarnya Sirkuit Internasional Mandalika?

Gejala

- Rasa nyeri pada daerah panggul atau perut,

- Perdarahan dari kemaluan

- Pingsan atau pandangan berkunang-kunang akibat kekurangan darah.

- Pusing atau lemas.


Ilustrasi pemeriksaan kehamilan. (Freepik.com)

- Mual dan muntah yang disertai rasa nyeri.

- Nyeri pada bahu.

- Rasa sakit atau tekanan pada rektum saat buang air besar.

- Jika tuba falopi sobek, akan terjadi perdarahan hebat yang mungkin memicu hilangnya kesadaran.

Penting untuk melakukan deteksi dini kehamilan ektopik pada kehamilan awal.

Baca juga: Matcha, Salah Satu Teh Jepang yang Memiliki Banyak Khasiat, Salah Satunya Menurunkan Berat Badan

Baca juga: Kue Putri Salju, Kue yang Hadir Saat Hari Raya, Simak Cara Membuatnya

Penyebab


Ilustrasi memeriksakan kehamilan. (Freepik.com)

Penyebab dari kehamilan ini berbagai macam, namun yang sering terjadi penyebabnya adalah infeksi di saluran tuba atau pernah melakukan operasi di luar kandungan sebelumnya.

Penanganan

Salah satu cara penanganan tercepat untuk mengatasi kehamilan di luar kandungan adalah dengan tindakan operasi.

Operasi dilakukan untuk mengangkat embrio maupun tabung tuba falopi.

Pembedahan menjadi jalan satu-satunya apabila ibu hamil mengalami pendarahan internal.

Operasi kehamilan di luar kandungan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Salpingostomi dan Salpingektomi.

Pada operasi dengan cara Salpingostomi, janin pada kehamilan di luar kandungan diangkat melalui sayatan kecil tuba falopi.

Baca juga: Mengenal Sifat Altruisme, Suka Membantu Orang Tanpa Pamrih, Cenderung Tak Perhatikan Diri Sendiri

Baca juga: Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun, Siapa Sebenarnya Helen Elziabeth McCrory?

Sementara pada operasi dengan cara Salpingektomi, tuba falopi yang rusak akibat peregangan pada saat kehamilan di luar kandungan diangkat.

Sedangkan tuba falopi yang sehat akan tetap dibiarkan.

Selain dengan operasi, kehamilan di luar kandungan juga dapat ditangani dengan minum obat-obatan agar janin yang ada di tuba falopi luruh dengan sendirinya.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Kehamilan Ektopik.

 

Berita lainnya terkait Kesehatan.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved