Penyakit Hidrosefalus, Penumpukan Cairan pada Otak yang Bisa Berakibat Fatal

Penyakit hidrosefalus banyak dialami bayi dan lansia di atas 60 tahun.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi bayi. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Penyakit pada otak memang bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh.

Salah satu yang berbahaya adalah hidrosefalus.

Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan serebrospinal pada rongga otak (ventrikel).

Penumpukan ini bisa menyebabkan kerusakan otak.

Hidrosefalus sendiri perlu diwaspadai oleh setiap kelompok usia, tetapi kebanyakan dialami bayi dan lansia di atas 60 tahun.


Penjelasan soal hidrosefalus. (SehatQ)

Ada 3 tipe hidrosefalus, yaitu:

• Hidrosefalus kongenital (bawaan), yang sudah ada saat lahir

• Hidrosefalus didapat (acquired), yang muncul setelah lahir

• Hidrosefalus tekanan normal, sebagai hidrosefalus dengan tekanan dalam otak (Intrakranial) normal yang biasanya diderita pada usia lanjut

Hidrosefalus dapat diobati dengan berbagai cara. Prinsip pengobatan dari kondisi ini adalah dengan menghilangkan penyakit yang menyebabkan penyumbatan di otak atau mengalirkan penumpukan cairan serebrospinal.

Gejala

Gejala hidrosefalus dapat sangat bervariasi pada tiap individu di berbagai kalangan usia dan berdasarkan tipe hidrosefalus yang diderita.

Berikut ini penjelasannya.

Gejala awal hidrosefalus pada bayi:

• Ukuran kepala yang sangat besar

Baca juga: Mengenal Kapal Selam KRI Nanggala-402, Hilang Kontak di Perairan Utara Bali

Baca juga: Gastroparesis, Keadaan Ketika Lambung Tidak Bisa Mencerna Makanan dengan Baik

• Pertumbuhan ukuran lingkar kepala yang cepat

• Ubun-ubun yang menonjol

• Vena kulit kepala menonjol

• Bola mata yang mengarah ke bawah

Halaman selanjutnya

• Sangat rewel

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved