Penyakit Hidrosefalus, Penumpukan Cairan pada Otak yang Bisa Berakibat Fatal

Penyakit hidrosefalus banyak dialami bayi dan lansia di atas 60 tahun.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi bayi. 

Berdasarkan tipenya, penyebab hidrosefalus dijelaskan sebagai berikut ini.

Penyebab hidrosefalus kongenital

Hidrosefalus kongenital adalah penyakit bawaan yang menyebabkan bayi dilahirkan dengan kondisi khusus, seperti:

• Mengalami penyumbatan di saluran otak, tepatnya di bagian panjang otak tengah yang menghubungkan dua ventrikel besar. Hal tersebut adalah penyebab paling umum dari hidrosefalus kongenital.

• Pleksus koroid yang bertanggung jawab dalam produksi cairan otak yang menghasilkan terlalu banyak cairan serebrospinal.

• Kondisi kesehatan lain yang diderita oleh bayi, berupa:

- Spina bifida yang parah (cacat lahir tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk)

- X-linked hydrocephalus yang disebabkan oleh mutasi kromosom X

- Kelainan genetik langka, seperti malformasi Dandy Walker

- Kista arakhnoid atau kantung berisi cairan yang terletak di antara otak atau sumsum tulang belakang dan membran arakhnoid

• Infeksi selama kehamilan yang dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi.

Contohnya cytomegalovirus (CMV), Campak jerman (rubella), penyakit gondok, sipilis, maupun toksoplasmosis.

Baca juga: Kehamilan Ektopik, Kehamilan yang Berada di Luar Rahim, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Baca juga: Kandungan Gizi Hazelnut, Kacang Manis Kesukaan Banyak Orang

Penyebab acquired hidrosefalus

Hidrosefalus jenis ini muncul setelah lahir, biasanya akibat cedera atau penyakit yang menyebabkan penyumbatan di antara ventrikel, seperti:

• Perdarahan otak

• Cedera otak karena kecelakaan otak, infeksi, paparan bahan kimia tertentu, atau masalah pada sistem kekebalan tubuh.

• Tumor otak

• Meningitis, radang selaput otak atau sumsum tulang belakang

• Stroke, yang terjadi karena bekuan darah atau pembuluh darah pecah hingga mengganggu aliran darah ke area otak.

Penyebab hidrosefalus tekanan normal

Hidrosefalus tekanan normal biasa terjadi pada orang dewasa.

Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi beberapa hal berikut ini diduga dapat menyebabkan terjadinya hidrosefalus tekanan normal.

• Gangguan penyerapan cairan otak

Cairan sereprospinal yang tidak diserap kembali ke dalam aliran darah dengan baik.

Oleh sebab itu, otak mulai memproduksi lebih sedikit cairan serebrospinal.

Akibatnya, akan terjadi peningkatan tekanan secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang.

Peningkatan tekanan tersebut pada akhirnya akan menimbulkan penumpukan cairan yang mengakibatan kerusakan otak yang progresif.

Penyakit yang mendasari

Kondisi seperti penyakit jantung, kadar kolesterol darah tinggi, atau diabetes dapat memengaruhi aliran darah normal sehingga menyebabkan pelunakan jaringan otak. Jaringan otak yang melunak kemudian akan menghasilkan peningkatan tekanan.

Pengobatan


Ilustrasi bayi. (Freepik.com)

Penanganan hidrosefalus berfokus pada mencegah kerusakan otak yang lebih lanjut.

Hal tersebut dilakukan dengan memperlancar aliran otak melalui prosedur pembedahan.

Pembedahan tersebut di antaranya adalah dengan:

Pemasangan shunt

Shunt atau selang yang ditanam di dalam otak dapat digunakan untuk mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal pada pasien hidrosefalus.

Proses ini akan mengalihkan cairan yang menumpuk di otak serta mengembalikan aliran normal dan penyerapan cairan serebrospinal.

Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV)

Prosedur ETV terkadang juga digunakan sebagai alternatif untuk operasi shunt, terutama untuk hidrosefalus akibat terhambatnya aliran cairan serebrospinal (hidrosefalus obstruktif).

Prosedur ini dilakukan dengan membuat lubang di bagian bawah ventrikel atau di antara ventrikel otak, sehingga cairan serebrospinal yang menumpuk dapat mengalir.

Pencegahan

Tidak ada tindakan pencegahan khusus yang direkomendasikan untuk hidrosefalus.

Akan tetapi, beberapa hal berikut ini dapat membantu menurunkan risiko hidrosefalus.

• Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin bagi ibu hamil.

• Vaksinasi atau imunisasi sesuai rekomendasi. Pencegahan infeksi terutama mumps dan rubella dapat menurunkan risiko hidrosefalus.

• Menghindari cedera pada kepala, dengan:

- Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara

- Tidak berkendara saat di bawah pengaruh alkohol

- Menggunakan alat pengaman seperti helm saat mengendarai motor, berkuda, dan olahraga lainnya yang memungkinkan terjadinya benturan di kepala.

Baca juga: Gagal Menjadi Sirkuit MotoGP 2021, Apa Sebenarnya Sirkuit Internasional Mandalika?

Baca juga: Matcha, Salah Satu Teh Jepang yang Memiliki Banyak Khasiat, Salah Satunya Menurunkan Berat Badan

- Memasang batang pengaman di samping bak mandi atau toilet untuk digunakan anggota keluarga yang usianya sudah lanjut.

- Tetap aktif secara fisik untuk memastikan tubuh bagian bawah masih kuat dan belum kehilangan keseimbangan tubuh, meski sudah lanjut usia

- Memastikan pencahayaan di dalam rumah cukup terang

- Memilih permukaan yang lembut pada area bermain anak

- Menempatkan gerbang pengaman di bagian bawah dan atas tangga, jika memiliki anak-anak yang masih kecil

(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Hidrosefalus.

 

Berita lainnya terkait Kesehatan.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1719 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved