KRI Rigel-933 Diklaim yang Tercanggih di Asia, Berikut Spesifikasi dan Keunggulannya

KRI Rigel-933 merupakan kapal BHO Indonesia yang berhasil menemukan KRI Nanggala-402.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com
KRI Rigel-933 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015). Alutsista baru TNI AL buatan Perancis yang diklaim berteknologi paling canggih se-Asia dalam survei dan pemetaan bawah laut tersebut tiba di Jakarta setelah berlayar selama 50 hari dari Perancis. 

TRIBUNMANADOWIKI - Indonesia memiliki kapal bantu hidro-oseanografi (BHO) yang bernama KRI Rigel-933.

KRI Rigel-933 ini berfungsi untuk melakukan survey dan pemetaan laut.

Kapal ini juga menjadi kapal SAR jika ada kecelakaan di laut.

Terbukti sudah beberapa kali KRI Rigel-933 menemukan lokasi kecelakaan di laut Indonesia.

Kapal ini diklaim tercanggih se-Asia saat ini.

KRI Rigel ini dibuat di galangan OCEA, Les Sables-d'Olonne, Perancis.

Kapal ini mulai diresmikan pada Maret 2005.

Nama Rigel diambil dari istilah astronomi sebagai bintang paling bercahaya di rasi bintang, yakni Orion (Waluku).

Orion berwarna biru keputihan dan memiliki kekuatan cahaya sekitar 117 ribu kali luminositas matahari dengan diameter 74 kali matahari.

Dalam bahasa Arab, kata Rigel sering disebut “Rigl awza al-Yusra” yang berarti kaki kiri.

Karakteristik

KRI Rigel memiliki panjang 60,10 meter dengan lebar 11,50 meter dan tinggi 3,5 meter.

Baca juga: PROFIL Chloe Zhao, Sutradara Nomadland yang Berhasil Menang Oscar 2021

Baca juga: PROFIL Henry Boomerang, Tutup Usia Akibat Pembuluh Darah Pecah di Otak

Kapasitas diesel KRI Rigel adalah 135.000 liter.

Sedangkan, kapasitas air sekitar 35.000 liter.

Kecepatan maksimal KRI Rigel adalah 14.0 knot.

KRI Rigel berisi 40 kru dengan kapasitas penumpang dan VIP yaitu 11 orang.

Kapal ini ditenagai 2 mesin MTU 8V4000M53.

Selain itu, kapal ini bisa beroperasi selama 20 hari berturut-turut di laut.

Peralatan


KRI Rigel-933. (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)

KRI Rigel dilengkapi Single Beam Echosounder KONGSBERG EA600 hingga Multibeam Shallow Water Dual head KONGSBERG EM2040 yang mampu melaksanakan pemetaan perairan dangkal dari 0 hingga 450 meter.

Untuk kepentingan survei laut dalam, terdapat Multibeam Deep Water KONGSBERG EM302 yang menggunakan gelombang suara pada frekuensi 30 KHz.

Alat ini mampu melaksanakan pemetaan bawah laut hingga kedalaman 7.000 meter.

KRI Rigel-933 juga dilengkapi alat pencitra dasar laut Side Scan Sonar KONGSBERG 2094.

Sementara itu, untuk kemampuan di bidang survei oseanografi, KRI Rigel-933 dilengkapi CTD Profil RESON yang dipadu Nansen Bottle (Rosset 12x8 liter sampel air).

Alat ini berfungsi mengukur karakteristik air laut.

Ada juga sensor untuk mengukur parameter fisik air laut hingga kedalam 6 ribu meter.

KRI Rigel memiliki Sub Bottom Profile SES 2 ribu yang bisa mencitrakan badan sedimen dasar laut.

Peralatan canggih berikutnya yaitu Magnometer SEASPY yang memetakan sifat kemagnetan Bumi dan mampu menginvestigasi anomali kemagnetan suatu area dalam skala detail.

KRI Rigel dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dari KONGSBERG HUGIN 1000, yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai kedalaman 1.000 meter.

KRI Rigel juga dilengkapi dengan Remotely Operated Vehicle (ROV) dari OCEAN MODUL V8 buatan ECA Robotics, Perancis yaitu peralatan survei robot bawah air.

Robot ini dapat berfungsi sebagai survei geofisika, pipa bawah laut.

Baca juga: Penyakit Skiatika, Nyeri Saraf yang Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Baca juga: Memulai Kariernya di Usia 5 Tahun, Berikut Profil Bio One

Temukan Sriwijaya Air SJ-182


Lokasi kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 yang muncul di google maps. (kompasTekno)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan tim KRI Rigel mendapatkan sinyal yang diduga kuat mejadi tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Setelah dilakukan penyelaman, ditemukan beberapa barang bukti berupa serpihan badan pesawat dan live vest.

Serpihan dengan warna biru dan merah khas pesawat Sriwijaya Air ditemukan di kedalaman 23 meter perairan Kepulauan Seribu.

"Visibility di bawah air cukup jelas sehingga memungkinkan untuk menemukan bagian dari pesawat tersebut, bahkan korban bisa diangkat sore ini," kata Marsekal Hadi Tjahjanto, dikutip dari video YouTube Kompas TV, Minggu (10/1/2021).

Hadi menuturkan, pihaknya yakin bahwa titik tersebutlah yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu kemarin.

Temukan KRI Nanggala-402

KRI Rigel menemukan kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4/2021), ini lewat upaya pemindaian.

"KRI Rigel telah melakukan pemindaian secara lebih akurat di lokasi tersebut menggunakan multibeam sonar dan magnetometer," ungkap Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu (25/4/2021).

Baca juga: Penyakit Hidrosefalus, Penumpukan Cairan pada Otak yang Bisa Berakibat Fatal

Baca juga: Mengenal Kapal Selam KRI Nanggala-402, Hilang Kontak di Perairan Utara Bali

"Telah menghasilkan citra bawah air yang lebih detail. Telah diperoleh citra yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala-402," imbuhnya.

Bagian KRI Nanggala-402 yang ditemukan adalah kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selang timbul, serta bagian kapal lain termasuk baju keselamatan awak.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," pungkas Hadi.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul KRI Rigel-933.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1724 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved