Menelisik Manfaat Garam Himalaya, Apa Saja Kandungan Gizinya?

Garam himalaya digunakan sama seperti garam dapur pada umumnya. Apa saja kandungan gizinya?

Editor: Isvara Savitri
www.brit.co
Garam himalaya. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Garam himalaya, sesuai dengan namanya merupakan garam yang berasal dari kaki perbukitan Himalaya.

Garam berwarna merah muda ini ditambang di kawasan pertambangan garam Khewra, di dekat Himalaya, Pakistan.

Tambang garam Khewra sudah terbentuka sejak jutaan tahun silam.

Hal ini menjadikan tambang garam Khewra menjadi salah satu tambang garam tertua dan terbesar di dunia.

Garam himalaya minim tambahan zat kimia karena diekstraksi secara manual dan minim proses pemurnian.


Ilustrasi garam himalaya. (Magone)

Namun, seperti garam biasa atau garam dapur, garam himalaya banyak mengandung natrium klorida.

Cara menggunakan garam himalaya serupa dengan garam biasa yakni untuk memasak, membumbui makanan, untuk mengangkat sel kulit mati saat mandi, dll.

Kandungan Gizi

Berkat pemrosesan secara alami ditunjang kandungan mineral yang berbeda dari garam biasa, garam himalaya memiliki warna merah muda.

Salah satu yang membuat mineral yang membuat warna garam himalaya berwarna merah muda adalah zat besi.

Baca juga: Resep Membuat Samosa, Cocok Disajikan Saat Buka Puasa Maupun Idul Fitri

Baca juga: PROFIL Angela Gilsha, Aktris Asal Bali yang Banyak Tuai Kontroversi hingga Disorot Media Asing

Salah satu studi menganalisis kandungan nutrisi berbagai jenis garam termasuk garam himalaya dan garam biasa (garam dapur).

Garam himalaya per satu gram mengandung:

Kalsium: 1,6 miligram

Kalium: 2,8 miligram

Magnesium: 1,06 miligram


Garam himalaya. (healthline.com)

Zat besi: 0,0369 miligram

Sodium: 368 miligram

Manfaat

Mengutip laman Medical News Today, secara kimia garam himalaya sebetulnya sama dengan garam meja.

Hanya saja garam himalaya mengandung 98 persen natrium klorida.

Baca juga: Cara Membuat Gyoza, Pangsit Mini Asal Cina Idola Dunia

Baca juga: Cara Membuat Gyeran Mari, Telur Dadar Ala Korea

Walau begitu sebetulnya garam himalaya juga memiliki kandungan mineral lainnya, seperti kalium, magnesium, dan kalsium.

Mineral tersebut juga merupakan salah satu alasan mengapa rasa garam himalaya berbeda dengan garam biasa. Begitu pula dengan warnanya.

Garam himalaya biasa digunakan untuk memasak makanan diet.

Walau begitu garam himalaya juga dapat dimanfaatkan untuk membumbui masakan sehari-hari.

Baik berupa tumisan maupun hidangan berkuah.


Garam himalaya. (Kompas.com)

Ada juga yang menggunakan garam himalaya untuk dijadikan campuran minuman, untuk infused water misalnya.

Namun, perlu diperhatikan, ada juga garam himalaya yang punya ukuran butiran sama dengan garam biasa sehingga, takaran penggunaannya jadi sama saja.

Hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan garam himalaya maupun garam biasa sebenarnya terkait batas aman konsumsi natrium per hari.

Baca juga: PROFIL Gracia Indri, Akan Segera Menikahi Pria Belanda dan Menetap di Negeri Kincir Angin

Baca juga: KRI Rigel-933 Diklaim yang Tercanggih di Asia, Berikut Spesifikasi dan Keunggulannya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan menganjurkan, konsumsi garam setiap orang maksimal 2.000 miligram natrium, atau 1 sendok teh, atau 5 gram per hari.

Efek samping konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, osteoporosis, sampai penyakit ginjal.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Garam Himalaya.

 

Berita lainnya terkait Kesehatan.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1730 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved