Mengetahui Filariasis, Penyakit yang Disebabkan Cacing, Bisa Sebabkan Cacat Permanen

Filariasis tak hanya menyerang manusia tetapi juga bisa menyerang hewan.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi kaki. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Filariasis merupakan infeksi yang disebabkan cacing filaria.

Penyakit ini tak hanya menyerang manusia tetapi juga bisa menyerang hewan.

Parasit filaria memiliki ratusna jenis, tapi yang bisa menyebabkan infeksi pada manusia hanya delapan spesies.

Pengelompokannya berdasarkan habitat cacing dewasa dalam tubuh manusia seperti filariasis kulit, limfatik, dan rongga tubuh.

Kini yang akan dibahas lebih detail filariasis limfatik atau lebih dikenal dengan istilah kaki gajah atau elefantiasis.


Ilustrasi kaki. (Freepik.com)

Gejala

Berdasarkan gejala filariasis limfatik terbagi dalam tiga kategori yang meliputi kondisi tanpa gejala, akut, dan kronis.

1. Tanpa Gejala

Sebagian besar infeksi filariasis limfatik terjadi tanpa menunjukkan gejala apa pun.

Meski demikian, infeksi ini tetap menyebabkan kerusakan pada jaringan limfa dan ginjal sekaligus memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Manfaat Cincau Hitam, Mulai dai Cegah Kanker hingga Turunkan Berat Badan

Baca juga: RESEP Kue Lidah Kucing, Sajian yang Wajib Ada Saat Lebaran

2. Filariasis Limfatik Akut

Kondisi ini terbagi lagi dalam dua jenis, yaitu:

  • Adenolimfangitis akut (ADL)

Gejala yang muncul adalah demam, pembengkakan limfa atau kelenjar getah bening (limfadenopati), serta bagian tubuh yang terinfeksi akan terasa sakit, memerah, dan membengkak.

ADL dapat kambuh lebih dari satu kali dalam setahun.


Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Freepik.com)

Cairan yang menumpuk dapat memicu infeksi jamur pada kulit yang merusak kulit.

Semakin sering kambuh, pembengkakan bisa semakin parah.

  • Limfangitis filaria akut (AFL)

AFL disebabkan oleh cacing-cacing dewasa yang sekarat akan memicu gejala yang sedikit berbeda dengan ADL karena umumnya tidak disertai demam atau infeksi lain.

Di samping itu, AFL dapat memicu gejala yang meliputi munculnya benjolan-benjolan kecil pada bagian tubuh, tempat cacing-cacing sekarat terkumpul (misalnya pada sistem getah bening atau dalam skrotum).

Baca juga: Menelisik Manfaat Garam Himalaya, Apa Saja Kandungan Gizinya?

Baca juga: Resep Membuat Samosa, Cocok Disajikan Saat Buka Puasa Maupun Idul Fitri

3. Filariasis Limfatik Kronis

Kondisi ini akan menyebabkan limfedema atau penumpukan cairan yang menyebabkan pembengkakan pada kaki dan lengan.

Penumpukan cairan dan infeksi-infeksi yang terjadi akibat lemahnya kekebalan tubuh akhirnya akan berujung pada kerusakan dan ketebalan lapisan kulit.

Kondisi ini disebut sebagai elefantiasis.

Selain itu, penumpukan cairan juga bisa berdampak pada rongga perut, testis pada penderita laki-laki dan payudara pada penderita wanita.

Penyebab


Ilustrasi nyamuk. (Freepik.com)

Menurut WHO, terdapat sekitar 120 juta orang di dunia yang menderita filariasis limfatik dan sepertiga di antaranya mengidap infeksi yang parah.

Parasit filaria masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi.

Cacing tersebut akan tumbuh dewasa, bertahan hidup selama enam hingga delapan tahun, dan terus berkembang biak dalam jaringan limfa manusia.

Infeksi ini umumnya dialami sejak masa kanak-kanak dan menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik yang tidak disadari sampai akhirnya terjadi pembengkakan yang parah dan menyakitkan.

Pembengkakan tersebut kemudian dapat menyebabkan cacat permanen.

Baca juga: PROFIL Angela Gilsha, Aktris Asal Bali yang Banyak Tuai Kontroversi hingga Disorot Media Asing

Baca juga: Cara Membuat Gyoza, Pangsit Mini Asal Cina Idola Dunia

Pencegahan

Langkah utama dalam untuk mencegah tertular filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk sebisa mungkin.

Hal ini sangat penting, terutama di negara-negara tropis, seperti Indonesia.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Filariasis.

 

Berita lainnya terkait Kesehatan.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved